Sampah Organik dan Anorganik
Sampah baik di Indonesia maupun di dunia memang menjadi suatu masalah tersendiri. Seiring pertumbuhan jumlah penghuni Bumi meningkat pula sampah yang dihasilkan. Pemerintah juga kewalahan mengurus masalah yang satu ini, keterbatasan lahan sebagai TPS maupun TPA sering dijadikan alasan. Sebenarnya kalau kita mau menilik lebih dalam untuk menanggulangi masalah sampah ini akan sampai pada suatu titik dimana masalah sampah ini bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Kita semua menanggung beban itu. Sebaik apapun manajemen penanggulangan sampah jika dari individu seperti kita tidak memiliki kesadaran akan masalah ini suatu saat akan terjadi juga titik kewalahan seperti yang biasa terjadi.
Sampah dapat dibedakan menjadi dua jenis:
Yang pertama adalah sampah organik. Sampah jenis ini terdiri dari bahan-bahan dari alam (tanaman dan binatang) yang proses penguraiannya memerlukan waktu relative pendek dan berlangsung secara alami. Contohnya sayuran, kulit buah, dan daun.
Yang kedua adalah sampah jenis anorganik atau non-organik. Sampah ini berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri yang penguraiannya memerlukan waktu lama hingga ratusan tahun bahkan ada sampah yang tidak dapat dihancurkan sama sekali yakni sterofoam. Sebagian zat-zat anorganik tidak dapat diuraikan oleh alam secara keseluruhan, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang sangat lama misalnya botol kaca, plastik, dan kaleng.
Jumlah sampah yang dihasilkan Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 225 juta jiwa mencapai 11.300 ton per hari dengan perbandingan sama antara organik dan anorganik. Ini bukanlah jumlah yang kecil. Permasalahan utama adalah kesadaran masyarakat akan membuang dan memproses serta memilah sampah yang masih sangat rendah dengan didukung sistem pengelolaan sampah yang masih buruk.

Berapakah waktu yang dibutuhkan sampah anorganik untuk hancur di alam? Jawabannya cukup lama bahkan sangat lama. Perhatikan contoh berikut:
• Plastik 50 – 100 tahun
• Puntung rokok 10 tahun
• Kaleng soft drink (alumunium) 80 – 100 tahun
• Kardus 5 bulan
• Kulit jeruk 6 bulan
• Kulit sepatu 25 – 40 tahun
• Kertas 2 – 5 bulan
• Baterai 100 tahun
• Almunium 80 – 100 tahun
• Plastik (bungkus detergen dll) 50 – 80 tahun
• Kantung plastik (tas kresek) 10 – 20 tahun
• Sterofoam tidak dapat hancur
Sekarang sudah saatnya kita menjadi orang yang bijak mengenai sampah ini. Jika bukan dari kita siapa lagi yang akan melakukannya? Lakukanlah setidaknya beberapa hal dibawah ini:
- Jangan membuang sampah sembarangan, kumpulkan sampah pada tempatnya.
- Pisahkan masing-masing jenis sampah, misalnya sampah organic dan non organik.
- Lakukan 3R (lihat Reduce, Reuse, Recycle)*.
- Jika berbelanja ke toko atau super market, bawa tas kantong belanja sendiri, anda tidak harus selalu menerima bungkus plastik yang diberikan toko tersebut. Kebanyakan bungkus plastik hasil belanja tersebut selalu menjadi sampah.
- Jika membeli pilihlah produk yang meminimalkan bungkus, seringkali suatu produk itu dibungkus secara berlebihan dan ini akan jadi sampah.
- Belilah produk yang bisa diisi ulang, karena ini akan mengurangi sampah dari botol bekas kemasannya (sabun, shampoo dll).
- Jika untuk bepergian, ke kantor atau sekolah, hindari beli air kemasan (aqua) di botol-botol kecil, akan lebih baik jika anda membeli botol permanen yang bisa dipakai berulang-ulang dan anda tinggal mengisi ulang airnya saja, tanpa perlu beli botolnya lagi.
- Jika anda hendak tamasya atau rekreasi ke alam, selalu bawa kantong sampah sendiri, karena seringkali di tempat wisata tersebut tidak disediakan tempat sampah. Bawa pulang sampah non organic anda, jangan pernah meninggalkannya di alam (leave no trace).
- Tegur dan ingatkan jika orang lain sering buang sampah sembarangan.
- Sediakan tempat sampah dengan jumlah yang cukup di rumah dan kantor.
- Mulailah sekarang juga dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan Anda.
Salam Bumi Hijau
You’re currently reading an entry written by Bumi Hijau
- Published:
- 01.18.12 / 9am
- Category:
- Environment
- Post Navigation:
- « Atap Hijau
Lampu Botol Tenaga Surya »
