Era Baru Solar Sel
Hingga saat ini, alasan utama mengapa orang tidak memilih untuk memanfaatkan energi surya adalah karena tingginya biaya instalasi panel surya itu sendiri sangat mahal dan tidak terjangkau oleh golongan ekonomi menengah dan kebawah. Para peneliti selalu memimpikan suatu hari ketika teknologi surya bisa dibuat lebih murah dari harga sekarang sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih efisien dari pada sumber energi konvensional. Sepertinya hari yang ditunggu-tunggu telah datang, karena para ilmuan telah berhasil menjawabnya.
Dr Wayne Campbell dan para peneliti di Pusat Penelitian Universitas Massey pada bidang Nanomaterials (Teknologi Nano) telah mengembangkan sebuah teknik yang memungkinkan orang untuk dapat menghasilkan listrik hanya dengan membayar 10% dari harga sebelumnya. Angka itu tentu saja jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan berapa yang harus mereka bayar jika menggunakan solar cell dengan bahan berbasis silikon (jenis lama). Kini sudah ditemukan panel surya dengan bahan dye. Panel surya jenis itu biasa disebut Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu Zat pewarna yang terbuat dari senyawa alami (ex:blueberry), seperti halnya hemoglobin dalam darah.
Para peneliti juga menyatakan bahwa mereka sekarang telah mengembangkan pewarna porfirin yang dianggap paling efisien di dunia dan bertujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan performa solar cell dan kinerjanya sebelum mereka mulai memproduksi secara massal.

Menurut Dr. Wayne Campbell, panel surya berbasis dye yang berwarna-warni bisa membuat mereka tampil lebih menarik dan dapat disesuaikan dengan selera konsumen. Sedangkan Direktur pusat penelitian yang baru, Profesor Ashton Partridge, mengungkapkan bahwa mereka memiliki pewarna porfirin yang paling efisien di dunia yang bertujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas solar sel secara keseluruhan. Sel-sel surya merupakan produk yang sudah lebih dari 10 tahun dan penelitiannya didanai oleh Yayasan Riset, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Baiklah, kita tunggu teknologi itu muncul di negara kita.
Salam Bumi Hijau
You’re currently reading an entry written by Bumi Hijau
- Published:
- 01.17.12 / 4pm
- Category:
- Solar Cell
- Post Navigation:
- « Environmentalis dan Environmentalisme
Free Energy (bagian 1) »
