Environmentalis dan Environmentalisme

environmetalismeAnda harus siap sakit hati untuk menjadi seorang Environmentalis. Ini bukanlah sebuah statemen yang pesimis, inilah faktanya. Namun Anda tidak perlu berkecil hati untuk menjadi seorang pejuang lingkungan hidup sejati. Semua berawal dari niat dan keinginan Anda, dan Anda tidak sendiri. Sungguh sangat disayangkan masih sangat banyak individu atau golongan yang tidak peduli dengan tempat mereka hidup saat ini, Bumi. Mereka merasa berhak dengan cara hidup mereka diatas siapaun dan apapun. Itu adalah hal yang salah. Kita hidup di Bumi tidak sendiri dan kita juga beregenerasi. Setidaknya, jika Anda termasuk orang yang tidak peduli dengan lingkungan Anda hidup saat ini, pikirkanlah sejenak generasi Anda nanti. Setiap orang pasti menginginkan anak cucu mereka hidup dengan keadaan baik, namun sadarkah Anda tentang lingkungan hidup anak cucu Anda nantinya? Semua tergantung dengan apa yang Anda lakukan sekarang. Berikanlah satu paket kehidupan yang layak untuk generasi Anda, jangan setengah-setengah.

Apa yang dimaksud dengan Environmentalisme dan Environmentalis?

Environmentalisme adalah sebuah filosofi atau ideologi yang berkaitan dengan masalah konservasi lingkungan dan peningkatan kesehatan lingkungan. Kesehatan disini mengacu pada unsur non-manusia. Environmentalisme mendukung pelestarian, restorasi dan atau perbaikan lingkungan alam, dan dapat disebut sebagai gerakan untuk mengontrol polusi. Oleh karena itu, konsep-konsep seperti Etika Lahan, Etika Lingkungan, Keanekaragaman Hayati, Ekologi dan hipotesis Biophilia sangat mendominasi gerakan ini. Pada inti nya, environmentalisme merupakan upaya untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia, organismik, dan lingkungan biogeokimia sedemikian rupa sehingga semua komponen menduduki porsinya secara tepat. Environmentalisme juga merupakan sebuah gerakan sosial dalam usahanya mempengaruhi proses politik dengan lobi, aktivisme, dan pendidikan dalam rangka melindungi sumber daya alam dan ekosistem .

Seorang environmentalis adalah seseorang yang aktif menyuarakan isu tentang lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan terhadap kebijakan publik atau perilaku individu. Selain itu mereka juga aktif mendukung masalah-masalah etika berkosumsi, inisiatif untuk konservasi, investasi di energi terbarui, peningkatan efisiensi dalam ekonomi, transisi ke paradigma ekonomi baru seperti ekonomi-ekologis, dan memperbarui serta merevitalisasi hubungan manusia dengan mahluk hidup lain non-manusia.

Environmentalis untuk menjalankan ideologi mereka bisa dengan kelompok atau organisasi, bisa juga dengan aksi individu. Adapun mereka cenderung mengidentifikasi diri mereka dengan warna hijau dan mereka memiliki pandangan yang kuat pada isu-isu yang menyangkut lingkungan. Namun demikian, istilah tersebut juga dapat diterapkan bagi para ilmuwan lingkungan. Beberapa environmentalis juga melakukan aksi “green-anarchists”, dengan alasan bahwa perubahan lingkungan sejati tidak dapat terjadi dalam model sistem perekonomian seperti saat ini. Lain lagi dengan eko-sosialis, yang menggabungkan Marxisme, sosialisme, dan ekologi dengan environmentalisme untuk menghasilkan sebuah ideologi anti-kapitalis yang menganggap kapitalisme sebagai penyebab masalah lingkungan, ketidakadilan sosial dan ketimpangan dalam masyarakat.

Beberapa Environmentalis terkenal yang telah aktif dalam melakukan lobi untuk perlindungan lingkungan:

Edward Abbey (penulis, aktivis, filsuf)

Ansel Adams (fotografer, penulis, aktivis)

David Attenborough (penyiar, naturalis)

John James Audubon (naturalis)

David Bellamy (botanis)

Wendell Berry (petani, filsuf)

David Brower (penulis, aktivis)

Lester Brown

Rachel Carson (biolog, penulis)

Pangeran Charles

Jacques-Yves Cousteau (explorer, ahli ekologi)

René Dubos (mikrobiolog)

Peter Garret (musisi, politisi)

Al Gore (mantan Wakil Presiden Amerika Serikat )

James Hansen (ilmuwan)

Anne LaBastille (penulis, ilmuwan)

Aldo Leopold (ekolog)

James Lovelock (ilmuwan)

Amory Lovins

George Perkins Marsh (diplomat)

Bill McKibben (penulis, aktivis)

Chico Mendes (aktivis)

George Monbiot (jurnalis)

John Muir (naturalis, aktivis)

Ralph Nader (aktivis)

Gaylord Nelson (politisi)

Jonathon Porritt (politisi)

EF Schumacher (ekonom)

David Suzuki (ilmuwan, penyiar)

Henry David Thoreau (penulis, filsuf)

Paul Watson (aktivis dan dosen)

Karma Samdrup (aktivis Tibet)

dan masih banyak lagi nama-nama yang belum disebut diatas. Jadilah environmentalis selanjutnya, karena kelestarian lingkungan bergantung pada individu-individu seperti Anda.

Salam Bumi Hijau