Atap Hijau
Atap hijau (green-roof) disini maksudnya bukan atap kita hijau karena dicat hijau. Melainkan hijau karena dipenuhi vegetasi. Tentu saja hal ini membutuhkan design khusus. Konsep atap hijau sudah mulai dikembangkan di banyak negara, Inggris misalnya. Mungkin konsep ini juga sudah mulai dilirik para perusahaan properti di Indonesia. Apalagi letak geografis dan iklim alam disini sangat mendukung pertumbuhan vegetasi hijau. Bukan rahasia lagi kalau Anda merasa kesal dengan rumput yang tumbuh begitu cepat di halaman rumah Anda. Itulah salah satu keberuntungan kita, kandungan mineral di tanah dan suhu lingkungan sangat mendukung. (Ingat lagu KoesPlus: …tongkat kayu dan batu jadi tanaman).
Atap hijau sendiri mengacu pada sistem atap yang menggunakan tanaman hidup untuk penutup atap bukan dari bahan sintetis (plastik). Sejak tahun 1960-an konsep ini sudah ada, dan hanya dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi alternatif yang populer karena bisa memberikan manfaat yang positif bagi lingkungan dan penghematan biaya sistem pendingin (Anda tidak perlu pasang AC).
Tanaman yang menutupi atap menyediakan insulasi yang sangat baik untuk mengurangi suhu panas dalam ruangan dan secara signifikan bisa mengurangi pemakaian listrik. Selain itu, mereka juga bertindak sebagai filter alami untuk air hujan yang berarti bahwa mereka secara signifikan pula mengurangi jumlah drainase hujan. Tanaman menyerap lebih dari 50% air hujan sebelum lari ke sistem pembuangan. Air yang diserap oleh tanaman di atap kemudian menguap kembali ke udara. Akan tetapi manfaat dari teknologi atap hijau ini tidak berakhir disini saja.
Efek Sutra
Atap hijau tersebut boleh dibilang memiliki efek sutra. Tanaman menyerap panas dan menjaga bangunan tetap hangat selama musim dingin, sedangkan media tumbuhnya membantu menjaga gedung dingin selama musim panas. Menarik bukan?
Lapisan Konstruksi
Atap hijau dibuat dalam beberapa lapisan; tanaman, media tumbuh, kain saring, drainase, isolasi serta membran tahan air. Pembangunan atap hijau serta pemilihan tanaman untuk penutup atap tergantung pada beberapa faktor termasuk ukuran bangunan dan jenis atap. Baik atap datar maupun tumpah (miring) tepat untuk pembuatan atap hijau, namun penciptaan taman seperti sistem atap hijau tersebut masih terbatas untuk bangunan yang lebih besar karena terlalu berat untuk rumah dan bangunan menengah (seperti saya sebutkan diatas: butuh design khusus). Namun Anda tidak perlu khawatir, karena para ahli selalu mencari solusinya.
Jenis tanaman, ada tiga jenis tanaman untuk atap hijau yaitu;
- Atap hijau intensif adalah jenis atap yang digunakan untuk bangunan besar termasuk pohon, rumput penuh, dll. Jenis atap ini membutuhkan kedalaman tanah yang signifikan serta banyak perawatan, mirip dengan merawat sebuah taman atau kebun besar.
- Atap hijau semi-intensif adalah jenis atap hijau yang menggunakan penutup atap dengan tanaman ukuran sedang dan membutuhkan sedikit pemeliharaan.
- Sedangkan atap hijau ekstensif adalah yang jenis yang paling nyaman dari semua jenis sistem yang melibatkan penutup atap dengan lapisan media tumbuh yang tipis dan vegetasi yang hanya membutuhkan perawatan yang sederhana.
Sistem atap hijau adalah sistem atap yang paling ramah lingkungan. Hanya satu kelemahannya, ongkos pembuataanya masih tergolong sangat mahal dari pembuatan atap konvensional. Namun, hal itu akan tergantikan dengan pemangkasan biaya pengeluaran Anda untuk kebutuhan listrik yang dialokasikan ke pendingin ruangan. Atap hijau merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi pemanasan global (global warming).
Salam Bumi-Hijau
Sumber: www.greenroofstoday.co.uk
www.ecofriend.com
ronestudio.wordpress.com
www.worldchanging.com
www.roofsystemsconsultants.com
You’re currently reading an entry written by Bumi Hijau
- Published:
- 01.18.12 / 9am
- Category:
- Environment
- Tags:
- atap hijau, efek sutra
- Post Navigation:
- « Antara Mitos dan Pohon
Sampah Organik dan Anorganik »
